Quantum Energi Spiritual
☚ Kembali ke Kumpulan Artikel

Arti Kata Jamaah, Jemaah (جماعة)

Definisi Kata Jamaah
Kata “Jamaah” atau dapat juga diucapkan dengan “jemaah” berasal dari bahasa Arab (جماعة) yg memiliki makna serupa dengan ijtima` (berkumpul atau bersatu). Secara umum penggunaan kata “jamaah” dimaksudkan dalam beberapa hal berikut:
foto sholat berjamaah

  1. Umat Islam atau Pengikut Rasulullah
  2. Anggota ritual dalam ibadah Sholat yg dilakukan lebih dari satu orang atau orang-orang yg menjalankan ibadah sholat secara bersama/ramai-ramai. Seperti dalam kalimat: Sholat secara berjamaah mendapatkan pahala lebih banyak dari pada sholat yang dilakukan sendirian.
  3. Persatuan yang disandarkan kepada kaum muslim, kelompok, aliran tertentu dalam Islam, organisasi Islam, menjadi lawan kata al-firqah: kegiatan “Perpecahan”. Baca Ibnu Taimiyah: Majmu` Fatawa 3:157 . Lihat contoh penggunaan kata pada: Jamaah Tabligh
  4. Dihubungkan dengan Ahli Sunnah menjadi Ahlu Sunnah Wal-Jamaah ialah pendahulu umat Islam atau golongan pertama yang disebut dengan para sahabat dan tabi’in, yang bersatu menerima dan mengikuti kebenaran ajaran Islam dari Rasulullah. (Baca: Harras, Syarah al-Wasithiyyah, hlm. 16).
  5. Orang yang memiliki sifat-sifat teladan yang sempurna berdasarkan Al-qur`an dan Sunnah Nabi seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar ibn Khottob. (Baca Penjelasan: lbnu Mubarak aI-Baghawi 1:205).
  6. Ditujukan kepada Ahli Ilmu, Ahli Fikih, dan Ahli Hadis dari kalangan Imam Mujtahidin sebab mereka dianggap telah dijadikan Allah sebagai hujjah atas manusia dan mereka menjadi panutan dalam urusan agama [ad-dien]. (Baca Al-Bukhori: Fathul Bari 13:27-13:316 dalam bab: Wa Kazalika Jaalnakum Ummatan Wasathan yang artinya: Demikian pula Kami jadikan kamu umat pertengahan dan perintah Nabi saw untuk beriltizam kepada al-jamaah. Baca juga (Turmudzi, Sunan Turmudzi 4:465, dan Ibnu Sinan, Syaraf Ashhabul Hadits, hlm. 26-27: Mereka [al-jamaah] adalah Ahli ilmu dan orang-orang yang punya atsar)
  7. Umat Islam yg bersepakat dalam masalah syara’ disebut juga dengan istilah Ahli ljma yang senantiasa bersepakat dalam suatu masalah atau hukum, baik syara’ maupun aqidah. Pengertian ini berdasarkan hadits Nabi yang artinya: “Umatku tidak bersepakat dalam kesesatan.” (al-I’tisham 2:263).
  8. Disandarkan kepada orang yang mempunyai keahlian menetapkan dan memutuskan suatu masalah pada setiap jaman. Disebut Ahlul Hal wal ‘Aqdi. (Ibnu Hajar).
  9. Kelommpok mayoritas dalam Islam yang bersepakat dalam mentaati penguasa dan menempuh jalan yang lurus disebut dengan istilah as-Sawadul A’zham . (An-Nihayah 2:419).
  10. Kaum muslimin yang sepakat atas posisi seorang amir (penguasa/pemimpin). (Pendapat ath-Thabari: “Ya benar pengertian tentang beriltizam kepada jama’ah ialah taat dan bersepakat atas amirnya. Maka barang siapa melanggar bai’atnya, ia telah keluar dari al-jama’ah: dalam Fathul Bari 13:37).
  11. Orang yang mengikuti jalan hidup Rasulullah SAW dan para sahabatnya baik hanya seorang diri maupun banyak disesuaikan dengan kondisi umat, perbedaan zaman dan tempat. (Baca penjelasan Abu Syamah: Sesungguhnya al-jamaah itu ialah menaati Allah, walaupun engkau seorang diri.” (al-Lalaka’i: Syarhus-Sunnah 1:108-109).
  12. Orang yang menyesuaikan diri dengan kebenaran walaupun engkau seorang diri. (Pengertian Ibnu Mas`ud diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam al-Madkhal dan disampaikan oleh Abu Syamah, al-Hawadits wal Bida‘, him. 22)
  13. Perintah untuk beriltizam kepada jamaah, yaitu komitmen terhadap kebenaran dan mengikutinya, sekalipun jumlah pengikut kebenaran itu lebih sedikit daripada penentangnya. Sebab, kebenaran itulah yang menjadi pijakan jama’ah generasi pertama dari Nabi Saw dan para sahabatnya Ra dengan tidak melihat banyaknya ahli kebatilan sesudah mereka.” (Baca penjelasan Abu Syamah: al-Ba’its hlm. 22)

Selain beberapa pengertian di atas, masih banyak pengertian lainnya tergantung di mana kata “jamaah” digunakan.

5 Pembaca Menyukai ini

Arti Kata Sejenis:

Share Link Kamus:
HTML Link Kamus:

Leave a Reply